Usai Beraksi, 2 Perampok di Afrika Tewas Dilempari Batu


Daily Mail
Johannesburg, Sungguh apes nasib dua remaja perampok di Afrika Selatan ini. Keduanya tewas setelah dirajam oleh sekitar 500 siswa SMP usai merampok mereka.

Peristiwa ini berawal saat 3 perampok menodongkan senjata kepada sejumlah pelajar SMP Zwelihle di Umlazi, pinggiran Durban. Ketiga perampok berumur sekitar 15 tahun tersebut berhasil mengambil uang dan telepon genggam para siswa yang berusia antara 12-14 tahun itu.

Namun kemudian, beberapa murid mulai curiga dengan senjata api yang digunakan ketiga perampok tersebut. Mereka mencurigai bahwa senjata tersebut palsu. Ketika sejumlah siswa menanyakan apakah pistol mereka benar-benar berfungsi, ketiga perampok itu kabur. Melihat hal ini, para pelajar tersebut langsung mengejar mereka.

Ketika para perampok mencapai sebuah kota kecil terdekat, sejumlah pelajar yang mengejar mulai melempari mereka dengan batu. Diperkirakan ada sekitar 500 siswa yang saat itu ikut mengejar.

“Sejumlah siswa akhirnya berhasil menangkap mereka di pemukiman. Siswa mulai memukuli mereka dan melempari mereka dengan batu. Ada lebih dari 500 siswa di sana,” tutur seorang pelajar putri yang enggan disebut namanya kepada surat kabar lokal, Daily News dan dilansir Daily Mail, Kamis (8/3/2012).

Menurut pengakuan siswi ini, ketiga perampok tersebut sering memalak siswa-siswa SMP. Bahkan tak jarang para siswa diserang saat berada di dalam sekolah. Maka ketika melihat para perampok itu tak berkutik, para siswa pun senang.

“Kami sangat senang mereka mati. Setidaknya sekarang mereka tidak akan mengganggu orang lagi. Ini juga menjadi peringatan bagi para perampok lainnya. Kami tidak takut dengan senjata… Kami muak dan capek diteror oleh penjahat dan pengganggu,” tegas siswi tersebut.

Akibat insiden ini, dua orang perampok tersebut tewas. Sedangkan seorang lainnya menderita luka parah dan dalam keadaan kritis.

Tidak dijelaskan di mana keberadaan para guru ketika insiden ini berlangsung. Namun para guru menyebut kasus perampokan di sekolah sebagai ‘krisis’ yang bukan merupakan hal baru di negara miskin itu. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kejadian ini dan belum ada seorang siswa pun yang ditahan.

(nvc/ita)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s