Menikmati Wisata Berburu


Kamis, 4 Februari 2010 – 06:53 wib
Berburu babi hutan (Foto: Google)
Berburu babi hutan (Foto: Google)

INGIN menjajal bagaimana rasanya berburu binatang di hutan? Kini hobi sekaligus olahraga menantang ini sudah dikemas dalam bentuk wisata. Risikonya lebih minim, tapi pengalamannya tetap seru dan mendebarkan.

Sudah empat kali Budi Krismunando, 51, melesatkan anak panahnya pada tubuh seekor babi hutan (sus scrofa) yang jadi buruannya. Namun, hewan agresif seberat 140 kg itu tak kunjung roboh dan mati. Bukannya menyerah, Budi malah makin bersemangat. Padahal, perburuan hari itu cukup menguras energi. Sejak pukul 9 pagi hingga hampir pukul 2 siang, Budi telah berjalan kaki menyusuri hutan seluas 12 hektare di kawasan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Di punggungnya, tersibak senjata panah busur ganda (compound bow). Compound bow yang masuk dalam kategori busur modern, memiliki roda di kedua lengan busurnya. Beban tarikan (draw weight) menggunakan daya mekanis, tidak bergantung pada kelenturan lengan busur, sehingga daya yang digunakan untuk melepaskan anak panah lebih besar. Instingnya sebagai pemburu, membuat Budi bergerak cepat.

Ia terus mengejar babi hutan meradang yang sedang terluka itu. Ketika buruannya sudah terlihat, Budi pasang konsentrasi, mengarahkan anak panah ke sekitar punggung babi hutan, dan ”jlab!”. Ketika anak panah bertemu daging, binatang perusak itu pun roboh terkapar menjemput maut. ”Berat babi hutan bisa mencapai 200 kilogram. Ukurannya yang masif membuatnya sulit dirobohkan. Termasuk juga babi hutan di kawasan ini,” katanya.

Budi adalah pemburu sejati. Sudah lebih dari 20 tahun ia menjalani hobi berburu, baik menggunakan senapan berburu (air rifle) maupun busur panah. Ia mencari hewan buruan di berbagai tempat. Mulai hutan-hutan di Lampung dan Bengkulu, hingga kawasan hutan Amerika, Kanada, dan Afrika. Namun, kata Budi, babi hutan yang paling sulit dirobohkan tidak ditemuinya di hutan Afrika, justru di tempat wisata berburu di Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat.

Cikidang Hunting Resort, nama tempat wisata itu, terletak di tengah perkebunan teh, karet, kelapa sawit di Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jaraknya 100 km dari Jakarta melalui Ciawi, Lido, dan Parung Kuda. Di sana, setiap pengunjung bisa berburu beberapa jenis binatang dalam dua hutan buatan. Hutan pertama seluas 12 hektare di isi oleh babi hutan. Hutan ini memiliki beberapa jenis medan, dari yang jalannya mulus, berliku naik-turun, hingga penuh semak. Karena babi hutan lebih sering bersembunyi di semak-semak, kebanyakan pemburu di sini lebih suka berjalan kaki untuk menemukan target dan menembaknya dengan senapan angin laras panjang. Di sinilah biasanya Budi memburu babi hutan menggunakan compound bow miliknya.

Hutan kedua luasnya sekitar 25 hektare. Di hutan ini, hewan buruan lebih banyak. Mulai kambing, ayam, kelinci, bebek, hingga kalkun. Sedikit berbeda dengan hutan pertama, di sini pemburu seolaholah berada dalam sebuah kandang besar. Artinya, mereka akan lebih mudah menemukan target dan hampir pasti dapat menaklukkan buruannya.

Budi Handoko, pemilik Cikidang Hunting Resor, mengungkapkan, objek wisata miliknya dikhususkan bagi para penyuka tantangan dan olahraga berburu, tapi tetap menjadi ajang berkreasi mengasyikkan bagi keluarga. ”Kalau berburu di hutan beneran kan belum tentu dapat. Bisa jadi, melihat binatangnya pun tidak bisa,” kata Budi.

Menurut Budi, sebagian hewan target buruan yang ada di resornya dibeli dari masyarakat sekitar. ”Babi hutan akhirnya berkembang biak sendiri, melahirkan lima sampai enam ekor anak,” kata Budi.

Bisa untuk pemula
 
Selain menjadi incaran para pehobi, wisata alternatif penuh adrenalin tersebut juga banyak membuat penasaran para pemburu pemula maupun amatir. Misalnya saja Marcel Chandrawinata, 22, adik dari mantan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata. ”Sebelumnya saya memang sudah hobi bermain airsoft gun. Jadinya penasaran untuk mencoba berburu beneran,” jelas Marcel.

Berbekal kemahiran bermain perang-perangan, Marcel sempat mencoba berburu ayam dan babi hutan. Ia berdiri di atas bak belakang mobil 4×4 hunting cab yang sudah dimodifikasi, terguncang-guncang melewati medan hutan yang berliku dan terjal. Di tangannya, senapan angin berisi proyektil siap diletuskan.
Namun karena medan yang cukup sulit, sukar bagi Marcel untuk menembak dengan tepat dalam keadaan mobil berjalan.

”Serunya, setelah babinya ketemu, kita fokus dan menembak. Kalau babinya lari, kita harus mengejarnya sampai dapat. Sudah jadi peraturan bahwa pemburu harus menembak babi yang sama,” kata pemeran film ”Catatan Akhir Sekolah”, Alexandria, dan ”Air Terjun Pengantin” ini.

Bagaimana jika ternyata yang ditembak adalah hewan berbeda? Itu artinya pemburu harus membayar dua ekor hewan buruan. Jika harus bersusah payah untuk memburu babi hutan, Marcel mengaku tak butuh mengeluarkan banyak energi untuk memburu ayam. Tak sampai 10 menit, ia sudah bisa menembak sayap seekor ayam. Lima menit kemudian ayam yang sama berhasil ditembak hingga mati.

Menurut instruktur berburu, Abeng dan Yudi Hermansyah, agar target yang diburu bisa segera bisa ditaklukkan, pemburu sebaiknya mengincar sasaran di bagian leher atau kepala. ”Kalau otak jelas mematikan. Kalau leher karena menyambung pada alat pernapasan. Itu yang selalu kita beri tahu ke para pemburu,” kata Abeng.

Dalam setiap perburuan, rombongan memang akan di dampingi dua instruktur. Instruktur pertama ada di dalam mobil untuk memberikan arahan rute di hutan, sedangkan instruktur kedua berada di bagian luar mobil untuk memberi tahu posisi target dan petunjuk menembak. ”Jadi, proses berburunya pasti aman karena peserta selalu dijaga dan diarahkan,” jelas Yudi.

(Koran SI/Koran SI/tty)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s